Jangan Syok Jika Karyawan Dibajak Pesaing, Ingat Prinsip Bisnis Ini

  • Whatsapp

Mengelola bisnis sendiri dan punya karyawan yang bisa diandalkan adalah keinginan banyak orang. Para karyawan yang terampil, berdedikasi, dan loyal adalah salah satu kunci sukses seorang pengusaha.

Hanya saja, ada satu titik di mana karyawan andalan tadi memutuskan keluar. Di titik ini, ada pengusaha yang berusaha mati-matian mempertahankannya, ada pula yang merelakan dia pergi. Yang bikin kesal, tentu saat mengetahui kalau karyawan itu ternyata keluar demi bekerja dengan pesaing bisnis.

Pengalaman ini pernah dirasakan oleh pendiri Dapur Cokelat, Ermey Trisniarty. Dalam dalam acara virtual peluncuran buku berjudul “Dapur Cokelat Bercerita” pada Kamis, 7 Oktober 2021, Ermey menceritakan saat karyawannya dibajak.

“Saat pertama-pertama sedih banget. Sudah disekolahkan, dibiayai, terus resign,” kata Ermey Trisniarty seraya menjelaskan kalau yang mengundurkan diri bukan satu dua karyawan, melainkan satu kelompok agak ‘gank’. Ketimbang larut dalam kekecewaan, suami Ermey, Okky Dewanto menasihatinya supaya tak terlalu memikirkan hal itu. “Di dunia bisnis, itu biasa.”

Kini, Ermey melanjutkan, tak lagi khawatir jika ada karyawannya yang mengundurkan diri karena ingin bekerja di perusahaan pesaing. “Sudah biasa bajak-membajak. Enggak hanya di toko kue, sampai perusahaan multinasional juga begitu,” ucapnya.

Tak khawatir karyawannya resign, bukan berarti Ermey pelit berbagi ilmu membuat kue. Sebab pada prinsipnya, menurut dia, jika pemilik menguasai bisnisnya, maka semua tetap berjalan. “Pemilik bisnis itu harus memahami bonggol bisnisnya. A sampai Z itu ada di pemilik. Yang dibajak mungkin cuma tahu ilmunya dari A sampai K misalkan,” tuturnya.

Ermey Trisniarty juga tidak ragu berbagi resep membuat kue dan aneka cokelat dengan karyawan. Musababnya, kalau tetap merahasiakan resep itu, maka dia sendiri yang akan kerepotan dan kesulitan mempelajari ilmu lainnya. Sebagai pengusaha, menurut dia, wajib mengembangkan berbagai pengetahuan yang berhubungan dengan bisnisnya.

Dari pengalaman 20 tahun mengelola Dapur Cokelat, Ermey berbagi tiga tips buat para wirausaha pemula. Pertama adalah fokus. “Putuskan konsep usahanya apa,” ujarnya. “Konsep ini penting supaya supaya dari hulu ke hilir bisa konsisten.”

Kedua, fokus. “Bagaimana cara menghadapi berbagai tantangan. Fokus pada apa yang dijalani,” ujarnya. Dengan fokus, maka apabila usahanya macet, maka pemilik tidak langsung berganti bisnis. Ketiga, berpasrah kepada Tuhan. “May God do the rest. Kita sudah melakukan yang terbaik, selebihnya biar Tuhan yang menentukan.”

Related posts