Cara Kerja Akupuntur dalam Mengatasi Susah Tidur atau Insomnia

  • Whatsapp

Susah tidur atau insomnia merupakan salah satu gangguan tidur yang terjadi pada banyak orang. Ada banyak penyebab insomnia. Namun satu yang pasti, pemicunya adalah hormon endorfin kurang berperan dalam memberikan energi positif dan menenangkan tubuh.

Dokter Spesialis Akupuntur Medik dari Rumah Sakit Universitas Indonesia atau RSUI, Darwin Harpin mengatakan beberapa penelitian kedokteran membuktikan akupresur pada beberapa titik di tubuh dapat membantu mengurangi gejala gangguan tidur. “Akupuntur mampu mengaktivasi otak untuk membuat tidur lebih berkualitas,” kata Darwin dalam keterangan tertulis RSUI, Kamis 10 Juni 2021.

Akupuntur menstimulasi peningkatan produksi hormon endorfin. Stimulasi dari titik akupunktur dikirim ke tulang belakang kemudian ke organ-organ sesuai segmen tulang belakang, yang akhirnya sampai ke otak. Beberapa titik akupresur yakni titik EX-HN3 atau pertengahan kedua alis, GV20 (titik puncak kepala), serta titik HT7 dan PC6 (sekitar pergelangan tangan).

Darwin menjelaskan, terapi akupunktur dalam mengatasi gangguan tidur dapat dilakukan dalam durasi sekitar 30 menit. Frekuensi terapi sebanyak 2 sampai 3 kali per minggu. “Akan ada evaluasi untuk setiap kedatangan guna menyesuaikan keberlanjutan terapi,” kata Darwin.

Mengenai risiko efek samping akupuntur, Darwin mengatakan, metode ini aman dan memiliki efek samping yang minimal. “Akupuntur tidak menimbulkan kontraindikasi spesifik,” kata dia. Adapun efek sampingnya sebatas rasa pegal dan mengantuk ringan, atau muncul lebam. “Ini efek samping yang tergolong aman.”

Bagi mereka yang mencoba mengatasi insomnia secara mandiri, Darwin menyarankan agar meluangkan waktu untuk relaksasi, melakukan hobi, dan melakukan sesuatu yang menyenangkan. Apabila belum berhasil, berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya dan memberikan saran serta tindakan penanganan yang tepat,” katanya.

Related posts